Minggu, 12 Agustus 2018

Kedudukan Fantastis Imam, Bag: 5-c (Bahwa imam memegang pemerintahan langit dan bumi)



by Sinar Agama (Notes) on Thursday, September 30, 2010 at 7:09 am

Melanjutkan jawaban terhadap permasalahan yang dibawa Abd Bagis, yaitu poin (d) tentang:

IMAM MEMEGANG PEMERINTAHAN LANGIT DAN BUMI

15. Doa tanpa shalawat pada Rasul saww dan Ahlubait as, akan menjadi tertutup dan dengan shalawat, akan menjadi terkabul (Kanzu al-‘Ummal 1:173; Shawa’iqu al-Muhriqoh 88; Faidhu al-Qodir 5:19; Thabrani di tafsir Kabirnya; Baihaqi di Syu’abi al-Imannya; dan lain-lain). 


Shalawat pada Nabi saww harus menyertakan Keluarga beliau saww yang suci/Aali (Bukhari di kitab Da’awaat, bab shalawat atas Nabi saww; dan segudang lainnya). 

Bahkan Shalat lima kali (dalam 3 waktu) menjadi batal tanpa shalawat pada Aali/keluarga suci Nabi saww. (Muslim, kitab al-shalat, bab shalawat atas Nabi saww setelah tasyahhud; Turmudzi 2:212; al-Nisai 1:190; Ibnu Maajah 65; Tafsir Thabari 22:31; Baihaqi 2:379; Sunan al-Daaruqudni 136; Dzakhairu al-‘Uqba 19; al-Shawa’iqu al-Muhriqoh 88; Tafsir Fakhru al-Rozi kala menafsiri QS: 42:23; ...dst sampai tidak terhitung jumlahnya dari kitab-kitab hadits dan tafsir). 

16. Ahlulbait adalah keluarga yang disucikan, bukan sekedar keluarga. Dan mereka itu adalah Ali as, Fathimah as, Hasan as dan Husain as sesuai dengan ayat yang berbunyi +/-: 

“Sesungguhnya Allah hanya ingin menghindarkan dari kalian Ahlulbait/keluarga-Nabi segala ke- kejian/dosa dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.” 

Sesuai dengan tafsir-tafsir dan riwayat-riwayat Sunni seperti: Shahih Muslim, kitab Fadhaaiu al-Shahaabah, bab Fadhaailu Ahlu al-bait 2:367; Shahih Turmudzi hadits ke 3258, 3875; Musnad Ahmad 1:330; Mustadrak 3:133,146, 147, 158; al-Mu’jamu al-Shaghiir 1:65,135; 

Syawaahidu al-Tanziil 2:92 hadits ke 637, 638...sampai 60 hadits; Tafsir Thabari 22:5,7,8; Tafsir al-Duuru al-Mantsur 5: 198; Tafsir al-Kasysyaaf 1:193; Ahkamu al-Qur'an karya Ibnu ‘Arabi 2:166; Tafsir Qurthubi 14: 182; Tafsir Ibnu Katsir 3: 483, 484, 485; dan segudang lainnya. 

Tentu saja, ke 9 imam lainnya adalah Ahlulbait yang makshum, karena Nabi saww bersabda setelah aku ada 12 imam yang semuanya dari Quraisy (Bukhari hadits ke: 7222-7223; Shahih uslim: 3393-3394; dll dari hampir seluruh kitab-kitab hadits dan tafsir Sunni) sementara di Qur'an melarang kita taat (mutlak) pada yang memiliki dosa (QS: 76:24 ). Lihat keterangan selanjutnya di catatanku yang berjudul “Konsep Imamah/Khilafah Dalam Islam (Syi’ah)”. 

17. Ahlulbait di atas, juga sesuai dengan pengakuan ‘Aisah istri Nabi saww. (Shahih Muslim 2:368; yang bersyarah Nawawi, 15:194; Syawahidu al-Tanziil 2:33 dengan 9 riwayat; Mustadrak 3:147; al-Duuru al-Mantsur 5:198; dll). Dan sesuai dengan pengakuan Ummu Salamah, istri Nabi saww yang lain (Shahih Turmudzi hadits ke 3258, 3875, 3963; Syawahidu al-Tanzil 2:24, hadits ke 659, 706, ..sampai 33 hadits; Tafsir Ibnu Katsir 3:484, 485; Usdu al-Ghobah 2:12, 3:413; Dzakhoiru al-‘Uqba 21, 22; Tafsir Thabari 22:7-8; Tafsir al-Duuru al-Mantsur 5:198; dll). 

Ahlulbait bukan istri-istri Nabi saww. (Shahih Muslim 2:362/7:123/15:181 yang syarah Nawawi; Shawaiqu al-Muhriqoh 148; Faraidu al-Simthain 2:250; ‘Abaqotu al-Anwar 1:26,104,242, 261, 267). 

18. Rasul saww bersabda +/-: 

”Aku perang dengan yang memerangi kalian (Ahlulbait) dan damai bagi yang damai pada kalian” (Shahih Turmudzi 2:319; Mustadrak 3: 149; Usdu al-Ghobah 3: 11, 5:523; Kanzu al-‘Ummal 6:216 menukil dari Ibnu Habban 7: 102 dan menukil dari Ibnu Syaibah, Turmudzi, Ibnu Maajah, Thabrani, Hakim dll; Dzakhairu al-‘Uqba 25; Musnad Ahmad bin Hambal 2:442; Tafsir al-Duuru al-Mantsur dalam menafsiri ayat penghindaran dari dosa di atas, yakni ayat tathhir; dan lain-lain). 

19. Ahlulbait yang suci itu dijadikan sebagai penjelas al-Qur'an oleh junjungan kita Nabi Muhammad saww dengan sabdanya yang semakna dengan ini +/-: 

“Kutinggalkan dua perkara yang berat pada kalian yang, kalau kalian pegangi tidak akan pernah sesat setelah aku. Yang pertama kitabullah, dan yang ke dua ‘Itrahku Ahlu Baitku (bc: keluarga suciku, sesuai ayat di atas)”. 

Malahan ada yang sampai-sampai Nabi saww mewanti-wanti umat dengan lanjutan sabdanya +/-: 

“…. Kuingatkan kalian pada keluargaku, kuingatakan kalian pada keluargaku, kuingatkan kalian pada keluargaku”, seperti yang terdapat di Shahih Muslim 2:362. Atau dengan kelanjutan sabdanya yang lain di tempat lain: 

" …dan keduanya itu (Kitab dan Ahlulbait) tidak akan pernah saling berpisah sampai mereka mendatangiku nanti di al-Haudh/Telaga (di surga). Nantikanlah bagaimana kalian akan menyim- pang dari aku melalui keduanya itu”. Hadits Tsiqlain (dua yang berat) ini diulang-ulang Nabi saww di berbagai kesempatan dan tempat. Ibnu Hajar mengatakan: 

“Hadits-hadits ini memiliki jalur/sanad/perawi/thuruq yang banyak yang telah diriwayatkan oleh lebih dari 20 shahabat (sebenarnya keseluruhannya di Sunni ada 35 sahabat, jadi lebih dari kelipatan 3 mutawatir). Di sebagian sanad mengatakan bahwa Nabi saww mengatakannya di Haji Wada’, sebagian yang lain di Madinah diwaktu sakitnya beliau dimana waktu itu kamar beliau telah dipenuhi para shahabat, sebagian lagi di Ghadiru al-Khum, sebagian lagi di Mimbar setelah pulang dari Thaif. Dan semua itu tidak masalah sama sekali karena tidak mustahil Nabi saww mengulang-ngulangnya di berbagai tempat karena perhatiannya pada pentingnya keduanya (Qur'an dan Ahlulbait).” (al-Shawaaiq al-Muhriqoh hal 89 cet al- Maimaniyyah Mesir, dan hal 148 cet al-Muhammadiyyah). 

Hadits-hadits Qur'an dan Ahlulbait ini diriwayatkan di Shahih Muslim 2:362; Shahih Turmudzi 2:308; Musnad Ahmad 3:17, 26,..; Tafsir Ibnu Katsir 4:113; Tafsir Khozin 1:4; Tafsir al-Durru al-Mantsuur 6:7, 306; Usdu al-Ghaabah 2:12; Mustadrak 3: 148;.....dst sampai-sampai saya sendiri kelelahan menghitung jumlah bukunya setelah saya hitung sampai pada kitab ke 70-an, sampai-sampai ke kitab-kitab kamus Arab hadits ini juga dinukil seperti kamus Lisanu a-‘Arab 13:93; Taju al-‘Arus 7:245; al-Qomus 3:342. Saya juga pernah hitung-hitung jumlah haditsnya sampai melebihi 240-an yang tersebar di berbagai kitab-kitab Sunni yang terjangkau saya, belum lagi yang tidak terjangkau. 

20. Malaikat mengucap Ta’ziah pada Ahlulbait kala Nabi saww wafat (Mustadrak 3:57; al-Ishabah 2:129 dan dikatakan di dalamnya bahwa Baihaqi juga meriwayatkan hal ini). 

21. Diriwayatkan bahwa Nabi saww bersabda (dan yang semakna dengan ini) +/-: 

22. (a) Dari Abu Said al-Khudri bahwa Nabi saww mendatangi Fathimah as dan bersabda: 

“Sesungguhnya aku dan kamu (Fathimah as) dan yang tidur ini (Ali as) dan mereka berdua (Hasan as dan Husain as) sungguh-sugguh dalam satu tempat/maqam/derajat di hari kiamat.” 

(Mustadrak 3:137; Musnad Ahmad bin Hambal 1:101; Usdu al-Ghabah 5:523; Abu Daud 1:26; 

Kanzu al-‘Ummal 7:101; al-Riyadhu al-Nadhrah 2:208;). 

(b) “Yang pertama kali masuk surga adalah aku, kamu (Ali as), Fathimah, Hasan dan Husain” 

(Mustadrak 3:151; Dzakhoiru al-‘Uqba 123; Tafsir al-Kasysyaf dalam menafsir QS: 42:23; Nuru al-Abshar 100; Kanzu al-‘Ummal 6:218; al-Riyadhu al-Nadhrah 2:211; dll). 

23. Rasul saww bersabda +/-: 

(a) “Sesungguhnya umat ini akan mengkhianatimu (Ali as) setelah aku dan engkau hidup dalam agamaku dan berperang sesuai ajaranku. Siapa mencintaimu berarti mencitaiku dan siapa yang membencimu berarti membenciku. Sungguh ini (menunjuk ke jenggot Ali as) akan tersemir dari ini (menunjuk ke kepala imam Ali as, yakni jenggotnya akan terlumuri darah dari kepalanya di waktu syahid).” 

Hadits ini dan yang semakna ada di: Mustadrak 3:142; Tarikh Baghdaad 11:216; Kanzu al- ‘Ummaal 6:73; Majma’ 9:138; dll dimana mereka-mereka ini menshahihkan hadits tersebut dan hadits-hadits sebelumnya. 

(b) “Ya Ali sungguh kamu akan ditimpa bencana setelah aku, maka jangan bunuh mereka!” 

(Kunuuzu al-Haqaaiq karya al-Manawi 188, maksudnya jangan perangi mereka di awal-awal wafatnya Nabi saww sebelum Islam kuat secara fisik). 

(c) “... Lalu Rasulullah saww menangis. Rasul saww ditanya: Apa yang telah membuatmu menangis ya Rasulullah? Rasul saww menjawab: ‘Kedengkian-kedengkian berada di hati orang-orang yang tidak dikeluarkannya kepadamu (Ali) kecuali setelah aku (wafat)....’.” 

(Tarikh Baghdaad: 12:398; Kanzu al-‘Ummaal 6:408; al-Riyaadhu al-Nadhrah 2:210; Mustadrak 3:139; al-Majma’ 9:118). 

24. (a) Dikatakan dalam al-Shawaaiqu al-Muhriqah 80 bahwa Imam Ali as pada malam hari yang di shubuhnya beliau tertebas (syahid), sering keluar rumah dan melihat ke langit sambil berkata : 

“Demi Allah aku tidak bohong dan tidak dibohongi bahwasannya malam ini adalah malam yang dijanjikan untukku“. 

Dan al-Shawaiq meneruskan tulisannya dengan mengatakan bahwa ketika imam Ali as telah syahid dikubur pada malam hari (bc: kuburnya disembunyikan) supaya tidak digali lagi oleh kaum Khawarij.

(b)Rasul saww, para nabi dan malaikat mendatangi imam Ali as kala kepalanya tertebas pedang beracunnya Abdurrahman bin Muljam (Usdu al-Ghabah 4:38).

(c) Batu-batu di Baitu al-Muqoddas/Iliya, Suriah bahkan di dunia mengeluarkan darah kental kala diangkat, pada hari syahidnya imam Ali as (Mustadrak 3:113, 144; Thabari dalam al- Riyaadhu al-Nadhrahnya 2:247; al-Shawaaiqu al-Muhriqah 116).

25. Rasul saww bersabda +/-:

(a) “Engkau (Ali) dan syi’ahmu (pengikutmu) mendatangiku di telaga (di akhirat).”

Hadits ini dan yang semacamnya ada di: al-Majma’ dari Thabari: 9:131; Kunuuzu al-Haqaaiq 188; al-Istii’aab, 2:457; Mustadrak 3:136; Tarikh Baghdaad 12:289; al-Shawaaiqu al-Muhriqah 66;).

(b) “Engkau (Ali) dan syi’ahmu di surga.”

Hadits ini dan yang semacamnya ada di: Hilyatu al-Auliyaa’ 4:329; Tarikh Baghdaad 12:289, 358; Majma’ 9:173 dari Abu Hurairah; al-Shawaaiqu al-Muhriqah 96; al-Riyaadhu al-Nadhrah karya Thabari 2:209; Kanzu al-‘Ummaal 2:218; al-Muntakhab min Shehhatu al-Sittah 257;...dst.

(c) “Mereka adalah kamu dan syi’ahmu” dalam menjelaskan khairu al-bariyyah (paling bagusnya manusia, QS: 98:7). (Syawahidu al-Tanzil 2:356-366 hadits ke: 1125 – 1149; al-Shawaaiqu al- Muhriqah 96; Tafsir al-Durru al-Mantsuur 6:379; Tafsir Thabari 30:146; dll).

26. Kata-kata Syi’ah Ali as (Pengikut Ali as) yang keluar dari lisan suci Rasul saww dan yang mengabarkan tentang barbagai hal, seperti paling afdhalnya manusia, masuk surga, diridhai, yang menang ...dst kurang lebih sampai mencapai 200-an kata di kitab-kitab yang tersebar di Ahlussunnah yang menerangkan sekitar ayat atau kata yang berbunyi “Khairu al-Bariyyah”, “al-Faaizuun”, “Radhiallah ‘Anhum”, yakni dari yang terjangkau saya. Diantaranya, Tafsir al- Durru al-Mantsur; Tafsir al-Muharriru al-Wajiz; Tafsir al-Alusiy; Tafsir Thabari; Tafsir Haqqu; Tafsir Ruhu al-Ma’ani; Tafsir Fathhu al-Qodir; Bashairu al-Tamyiz; al-Shawaiqu al-Muhriqoh; al-Muntaqa; Nazhmu Durari al-Simthain; Yanabi’u al-Mawaddah; Syarhu Ushuli I’tiqodi Ahli al-Sunnati wa al-Jama’ati; Fadhailu al-Shahabah karya Ibnu Hambal; Mukhtasharu Minhaji al- Sunnati; Ushul wa Tarikhu al-Firaq; al-Mu’jamu al-Ausath karya Thabrani; al-Mu’jamu al-Kabir karya Thabrani; Jami’u al-Hadits; Jam’u al-Jawaami’; Kanzu al-‘Ummal; al-Sunnah karya Abdullah bin ahmad; al-Syari’ah karya al-Ajiriy; Fadhailu al-Shahabah karya Ahmad bin Hambal; Majma’u al-Zawahid; Mausu’atu Athrafi al-Hadits; Mausu’atu al-Takhrij; Usdu al-Ghabah; Tarikh Thabari; Tarikh Baghdad; Tarikh Demesyqiy; Mizanu al-I’tidal; Taju al-‘Arus; Lisanu al-‘Arab; dll).

Kesimpulan:

1. Nabi saww dan Ahlulbait yang suci –Hdh Fathimah as n 12 imam Makshum as- ada dalam satu maqam dan paling afdhalnya makhluk.

2. Afdhal sama dengan lebih tinggi dan dekat di sisi Allah secara hakiki.

3. Yang lebih tinggi/dekat, menjadi perantara Tuhan bagi yang lebih rendah/jauh.

4. Perantara, yakni dalam segalanya termasuk pengaturan.

5. Terbuktilah bahwa mereka mengatur dengan perintahNya



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ



Artikel terkait:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar