Sabtu, 18 Agustus 2018

Lensa (Bgn 5): Macam-Macam Keyakinan



Oleh : Ustad Sinar Agama 
Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 28 Juni 2011 pukul 18:56


Ilmulyakin adalah yakin yang didasari pada dalil. ‘Ainulyakin adalah yakin yang didasari pada penglihatan, apakah pancara indrawi atau mata batin yang biasa disebur kasyaf. Tentu saja, obyek panca indrawi adalah bendawi, dan obyek kasyaf adalah non materi. Sedang Hakkulyakin adalah yakin yang dicapai dengan dirinya secara penuh dan terkejawantahkan. Contoh umumnya biasanya mengambil orang mati.

Pertama kita tahu dengan ilmulyakin bahwa dia tidak bergerak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kita juga yakin dengan penglihatan kita (‘ainulyakin). Tetapi kalau kita lari, ketika hanya sendirian bersamanya di suatu tempat, maka berarti kita belum sampai kepada hakkulyakin. Agama, keimanan, hukum, surga, neraka, akhlak, irfan...dan seterusnya juga begitu. Yakni dalam apa saja memiliki tiga tingkatan itu dimana mungkin kita hanya memiliki satu keyakinan dari tiga keyakinan itu, atau memiliki dua, atau ke tiga-tiganya.

Tetapi ada pula yang tidak memiliki keyakinan sedikitpun. Jadi masih berupa gambaran atau ide saja. Dan yang saya maksudkan agama dan lain-lainnya itu, bukan secara kesluruhan, tapi pada masing-masing poin atau topik atau obyek yang dihadapi. Jadi, dalam satu orang terdapat kecamuk dan campuran-campuran dari ide, yakin dengan ilmu, penglihatan dan capaian/kondisi/ aplikasi.

Karena dalam kehidupan ini terdapat jutaan masalah diri dan alam, agama ..dan seterusnya. Jadi, semakin seseorang itu rendah posisinya, maka semakin sedikit keyakinannya. Dan yang lebih parah lagi dari orang yang tidak rajin belajar dan beramal ini adalah, sering memiliki sesuatu yang hanya berupa ide dan gambaran, tapi diyakininya sebagai kebenaran atau sesuatu. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari keyakinan palsu ini.

Sekian. Wassalam.



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar