Sabtu, 25 Juli 2020

Perbedaan Jalan Lurus dan Jalan Sesat


Oleh Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/250778004967003/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 20 September 2011 pukul 16:40


Yunus Abdullah Terlambat Sahur: Sudah berapa banyak yang ente sesatkan ?


Sinar Agama: Salam dan terimakasih pertanyaannya:

Adanya keyakinan akan adanya imam maksum as setelah Nabi saww, sudah tentu merupakan jalan lurus dan tidak sesat. Dan sebaliknya, yang tidak meyakininya, pertanda ia tidak ada di jalan lurus tersebut. Karena Tuhan mengatakan dan menafikan kesalahan apapun terhadap jalan lurus itu. Karena itu berfirman bahwa jalan lurus dan shiraathu al-mustaqiim itu adalah jalan yang sama sekali tidak memiliki kesalahan. Alif laam yang ada pada “sesat/salah” yakni “dhaalliin” hingga menjada “al-dhaaliin”. Nah, Tuhan mengatakan bahwa jalan lurus itu adalah “yang tidak salah sama sekali”. Nah, dengan demikian, maka jalan lurus itu adalah jalan Islam yang ilmu-ilmunya lengkap seratus persen sudah tentu benar juga seratus persen. Dan karena ilmu dan amal seratus persen itu meliputi lahir dan batin, maka hanya Tuhan yang tahu siapa mereka yang maksum itu.

Minggu, 19 Juli 2020

Kehendak Tuhan Lawan Penasiban



seri tanya jawab Heri Widodo dengan Sinar Agama
August 1, 2013 at 4:09am

Heri Widodo mengirim ke Sinar Agama: (18-3-2013) Assalamu’alaikum… wb.Ustadz, afwan, ketika seseorang berjuang untuk menunaikan taklif-taklifnya, ada taklif lain yang terabaikan berkaitan situasi dan kondisi. 

Dalam keterbatasan akal, kesempatan, kemampuan, dan lain-lain sampai dalam taklif yang bagaimanakah orang tersebut mampu mempertanggungjawabkan semua tuntutan-tuntutan di Padang Mahsyar kelak. Ada juga 1 permasalahan yang akan menimpa siapapun yaitu tidak ada yang mampu menyibak misteri Kehendak Allah Swt dalam perjalanan waktu ke depan. 

Sisi inilah yang kadang mampu mementahkan segala upaya persiapan ikhtiar maksimal dari manusia untuk menggapai tujuan-tujuan dari keinginannya. Hal ini sering membuat ana merasa amat sangat tidak berdaya untuk mengaflikasikan hukum Sebab-Akibat atas setiap hajat yang sampai detik ini belum terijabah. Ana khawatir batas kehidupan ana di dunia ini terlanjur habis. 

Mohon pencerahan-pencerahan Ustad hingga ana semakin dicintai Allah Swt, Rosululloh Muhammad Saaw dan Ahlulbaitnya.

Makruh dan Bagian-bagiannya


seri tanya jawab Sang Pencinta dengan Sinar Agama
July 22, 2013 at 9:15pm

Sang Pencinta: (18-3-2013) Salam, dalam fatwa dikatakan mengulang surat yang sama dalam satu sholat adalah makruh kecuali al-Ikhlash, apakah ada penjelasan tambahan? Terimakasih ustadz. — bersama Sinar Agama.

Hemat, Boros dan Kikir

seri tanya jawab Zainab Naynawaa dengan Sinar Agama
July 22, 2013 at 8:58pm

Zainab Naynawaa mengirim ke Sinar Agama: (18-3-2013) Daerah Khusus Ibukota Jakarta Salam..semoga ustadz selalu dalam keberkahan. Afawan Dalam pandangan syariat kikir boros hemat pemberi bedanya dimana..? Mohon penjelasnya..afwan.

Sabtu, 18 Juli 2020

Syahid Muthahhari ra dan Pelajar Agama

seri tanya jawab Bande Husein Kalisatti dengan Sinar Agama
July 22, 2013 at 8:49pm

Bande Husein Kalisatti: (17-3-2013) Kota Bogor, Yang menjadi tujuan pelajar agama bukanlah ijazah. Urutan urutan angka bukanlah menjadi petunjuk kedudukan seorang murid. Majelis majelis diskusi, kritikan, dan bantahan yang dilontarkan ketika ustadz menyampaikan pelajaran dan juga ketika dirinya menyampaikan pelajaran adalah sebaik-baiknya petunjuk bagi seorang pelajar ilmu agama (Syahid Murtadho Muthahari)

Sinar Agama Gunawan Harianto Sang Pencinta HenDy Laisa Sabara Putra Borneo Alia Yaman Fajar Hidayat Muhammad Yusuf Syahdani Tarigan

Jumat, 17 Juli 2020

Hukum Fiqih Keluarga Berencana (KB)


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/250777894967014/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 20 September 2011 pukul 16:39


Irsavone Sabit: Salam Ustadz, bagaimana hukum fiqih Keluarga Berencan (KB)?

Kehidupan Lain Selain Di Planet Bumi


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/250777738300363/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 20 September 2011 pukul 16:38


Bintang Ali: Salam ustad, semoga ustad sehat-sehat saja. Menurut quran dan hadis rosul dan para imam as, apakah ada kehidupan lain selain di planet bumi ini baik planet yang masuk dalam tata surya maupun di luar tata surya? Karena banyak penelitian yang telah menemukan planet yang mirip dengan bumi ada air dan hangat dan memprediksikan adanya kehidupan disana. Syukron ustad.

Penjelasan Irfan “Doa Ziarah Jamiah Kabir “dzikrukum fidz dzakirin, wa asmaa ukum fil asmaa, wa ajsaadukum fil ajsaad, wa Arwaahukum fil arwaah


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/246248198753317/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 10 September 2011 pukul 12:28


Anandito Birowo: Salam, ustad saya mau tanya lagi boleh ya...,

Dalam Doa Ziarah Jamiah Kabir ada ungkapan “dzikrukum fidz dzakirin, wa asmaa ukum fil asmaa, wa ajsaadukum fil ajsaad, wa Arwaahukum fil arwaah dan seterusnya” maknanya apa ya ustad, mohon penjelasan. Terimakasih.

Melihat Rukyat dengan Alat Teknologi


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/244656652245805/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 7 September 2011 pukul 3:35


Ali Assegaf Dpd Jatim: Tanya : Dengan kemajuan technology


  • Rukyat bisa dilihat dengan alat, dan apakah penglihatan dengan alat juga bisa dilakukan (diteruskan) dalam web secara Live
  • Dan hasilnya juga bisa di record dalam storage jika itu bisa
  • Apakah yang sah adalah yang live
  • Apakah yang terrecord juga bisa jadi dasar?


Kaidah melihat dengan alat, mulanya dengan kacamata seorang yang melihat -- kemudian pada peralatan technolgy telescope -- semua itu di ijinkan -- (bukan menganalisa yang melihat syarat adil yang rukyat, tapi cara melihat) -- apakah jika apa yang terlihat di teruskan dalam LIVE di website -- atau di record sehingga dapat dilihat semua orang -- bisa memenuhi syarat fiqh atau tidak ? Mohon jawaban dengan mengcopy paste -- fatwa rahbar -- jika fatwa tak spesifik -- di kata apa persepsi kata dalam fatwa tersebut dimaknai -- syukron kastir.

Rabu, 15 Juli 2020

Hak-hak Sosial (seperti hormat/taat) Bukan Mesti Ketinggian Derajat dan Keselamatan Akhirat

seri tanya jawab Sang Pencinta dengan Sinar Agama
July 22, 2013 at 8:41pm

Sang Pencinta: (16-3-2013) Salam, intermezzo ustadz, sejauh mana keistimewaan keturunan Nabi/Imam Ali (Alawi) dalam syariat, katakanlah sayyid/syarifah? Bagaimana memposisikan keistimewaan (kalau ada) tersebut? Saya melihat fenomena sebagian ikhwan semacam mengikuti pendapat seseorang (tanpa cek dan mericek kebenaran dan kevalidannya) karena kesayyidannya dan semacam itu. Terimakasih ustadz. — bersama Sinar Agama.

Muhammad El’Baqir, Indah Kurniawati, Dian Damayanti dan 20 lainnya menyukai ini.

Debu Karbala: Kalau ada sipil ngaku-ngaku tentara, ini sebuah pelanggaran hukum..tapi kalau ada tentara ngaku-ngaku orang sipil bukanlah sepenuhnya pelanggaran. Begitupun gelar sayid/syarif, saya lebih respect pada alawiyin yang tawadhu dan bersedia melepas baju kesayidannya seperti Sunan Bonang yang rela jadi dalang demi dakwah, dari pada orang yang petingtang-petingting ngaku sayid/syarif tapi justru menyebarkan kebencian kepada sesama muslim, alafwu kalau pendapat ana salah...

(Masih) Seputar Ghibah


seri tanya jawab Tio Adjie dengan Sinar Agama
July 22, 2013 at 8:13pm
oleh Sang Pencinta (Catatan) pada 17 Maret 2013 pukul 8:16

Tio Adjie: Ustadz mau tanya tentang ghibah.

  1. Curhat kepada orang dengan menceritakan kejelekan orang lain tapi merahasiakan namanya, ghibahkah?
  2. Menyebutkan namanya, tapi untuk cari solusi atau untuk waspada, ghibahkah?
  3. Menceritakan kejelekan orang yang sudah tersebar luas, ghibahkah?
  4. Nonton acara gosip artis, ghibahkah?
  5. Menjelekkan orang dengan niat bercanda atau hiburan, dan orang yang diceritakan itu, setelah dikonfirmasi, mengijinkan (tidak masalah), ghibahkah?
  6. Adakah ghibah yang diperbolehkan? 
Terimakasih Ustadz. Jazakallah..

Sabtu, 11 Juli 2020

Logika (bgn 8): Konsep Kemahiyahan, Konsep Kefilsafatan dan Konsep Kelogikaan. 3 tipologi


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/244652735579530/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 7 September 2011 pukul 3:26


Zulkarnain Syawal: Salam alaikum Ustad, afwan sahaya hendak nanya Ustad : dalam perdebatan kefilsafatan, Ayatullah Muhammad Taqi Mizbah Yadzi begitu menekankan urgennya memahami secara benar konsep kemahiyaan, konsep kefilsafatan, dan konsep kelogikaan. 3 tipologi konsep ini merupakan batu loncatan mensortir pemahaman yang ajek dan solid terhadap seabrek narasi. Bila Ustad berkenan sahaya sangat berterimakasih atas penjelasan tentang tripologi konsep itu secara luas dan sederhana. Sekali lagi terimakasih berat Ustad.

Hukum Anak Keluar Rumah Tanpa Ijin Orang Tua


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/244650598913077/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 7 September 2011 pukul 3:21

Black Neo: Salam warahmah ustadz. Selamat lebaran dan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin, jika ada kesalahan perkataan yang saya buat, sengaja ataupun tidak.. ustadz, ada yang ingin ana tanyakan.. Apa hukum dan hukumannya jika seorang anak keluar dari rumah (pergi) tanpa izin orang tua (ada konflik ataupun tidak) apalagi dia seorang gadis?

Afwan, jika pertanyaanya terdengar dan terlihat sepele. Karena, ini adalah yang saya butuhkan saat ini.. saya ingin membuat dan membina sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, dan tentu pertanyaan ini sebagai satu bekalnya saya yakin, dalam hal berkeluarga Aimmah, Ahlul Bait as sudah mengaturnya sedemikian rupa dan tentu juga saya harus memilih calon istri yang sholehah demi mendapatkan Ridha Illahi. Meskipun saya bukan orang yang baik-baik dan hanya berusaha menjadi baik..

Sekian ustadz, dan terimakash sebelumnya atas jawabnnya. Dan saya harap tolong dijawab secepatnya. Karena, sangat menentukan pilihan hidup saya saat ini, syukron.. Salam warahmah dan semoga ustadz akan semakin menjadi arif, sholeh dan bijak..

Demi mendapat Ridha Illahi, meskipun saya bukan orang yang baik dan hanya berusaha menjadi baik.. sayapun harus memilh calon istri ya sholehah dan menjaga kehormatan.. saya yakin, Aimmah, Ahlul Bait as, sudah mengaturnya sedemikian rupa.

Saya mohon secepatnya mendapat jawaban dari ustadz, karena akan menentukan pilhan hidup saya dalam memilh seorang pendamping hidup yang baik.. terimakasih sebelumnya dan semoga ustadz semakin arif, bijak dan sholeh.. wasalammualaikum wr wb...

Definisi Rukun Islam


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/244650088913128/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 7 September 2011 pukul 3:19


Abuzahra Gagah: Salam ustadz Sinar Agama, Afwan.

Aku mau tanya tentang rukun islam dari saudara kita sunni, bahwa Rukun Islam itu satu, yaitu hanya mengucapkan kedua shahadat dan meyakininya. Yang saya tanyakan.. APAKAH DEFINISI RUKUN itu sendiri? Seperti rukun shalat? Dan lain-lain.

Perlu di ketahui sunni disini bermazhab syafi’i dan pengikut K.H RIFA’I atau kita kenal dengann RIFA’IYAH yang dalam kitab Syarikhul iman karyanya,

Mengatakan Rukun Islam itu satu, yaitu dengan mengucap kedua kalimat shahadat dan menyakininya. Adapun shalat,puasa, dan lain-lain Itu bukan termasuk rukun.. Karena menurut beliau (k.h Rifa’i) sebelum kita shalat harus islam dulu, yakni denganmengucap 2 syahadat dan meyakininya.