Rabu, 11 Desember 2019

Tidak Boleh Mengharap Adanya Perang, Walau Demi Kedatangan Imam Zaman as


Seri tanya jawab Andri Kusmayadi dengan Sinar Agama October 25, 2013 at 4:01 pm


Andri Kusmayadi berbagi tautan: (13-4-2013) Jika membaca berita seperti ini saya suka bingung, satu sisi tidak menginginkan perang terjadi, karena akibatnya bukan hanya akan dirasakan oleh orang-orang di negara-negara yang bersangkutan, tapi juga akan ke mana-mana termasuk ke kita. Akan tetapi, sisi lain juga berharap agar perang itu terjadi, bahkan bisa menjadi permulaan perang dunia ketiga. Dengan alasan, karena sesuai dengan riwayat bahwa Imam Mahdi akan muncul ketika sudah terjadi perang dunia atau bersamaan dengan perang dunia, artinya Imam muncul ketika perang dunia sedang berlangsung. Bagaimana Ustadz, sebenarnya? Bagaimana do’a kita seharusnya? Apakah berdo’a agar tidak terjadi perang atau justru berdo’a sebaliknya? Dosakah kita ketika berdo’a mengharapkan agar perang itu terjadi?

Terima kasih.

Islam Times - Korea Utara Siap Tembakkan Rudal ke Korea Selatan
www.islamtimes.org

Islam Times – “Senjata kami siap untuk ditembakkan. Koordinat yang tepat sudah dimasukkan ke dalam hulu ledak. Jika kita tekan tombol, benteng musuh-musuh kita akan berubah menjadi lautan api, “kata seorang penyiar televisi Korea Utara pada hari Kamis (11/4/13).

Okki Deh dan Bintang Az Zahra menyukai ini.


Sinar Agama: Salam dan terima kasih pertanyaannya:

Sepertinya, sekitar dua tahun lalu antum sudah menanyakan soalan serupa dengan yang di sini. Kalau tidak salah. By the way:

Kita jelas tidak boleh mengharap adanya perang dan wajib membencinya. Karena kalau tidak, maka kita akan kena dosanya. Dan dosa perang ini, bukan hanya satu nyawa dan derita, tapi sejuta nyawa, derita dan air mata (bukan puitis).

Kita juga sama sekali tidak boleh mengharap adanya perang, baik sebagai orang yang diperangi karena kita membela Islam supaya bisa syahid dan supaya imam cepat datang, atau apalagi, sebagai penyerangnya yang jelas diharamkan dari awal itu.

Jadi, tugas kita tetap mendoakan cepatnya datang imam Mahdi as, tidak ada perang, tidak ada kezhaliman, tidak ada penindasan dan korupsi, tidak ada pencuri dan penipu rakyat dan bangsa, tidak ada kebodohan.....dan seterusnya.

Dan, sudah tentu kita wajib meningkatkan ilmu argumentatif dan diamalkan sepenuhnya, terutama fikih yang meliputi segalanya dalam amal aplikasi apapun juga.

Apa-apa yang ada dalam hadits, katakanlah belum tentu seperti itu. Bisa memiliki makna yang lain. Tapi kalaulah tidak memiliki makna yang lain, tetap bisa saja terjadi perubahan. Karena itulah, kita akan tetap beriman kepada imam Mahdi as kalau sudah keluar dengan bukti-bukti gamblang walau, tidak didahului dengan perang dunia ke seratus sekalipun (apalagi cuma perang dunia ke tiga).

Wassalam.


Andri Kusmayadi: Ga ustadz, ana baru aktif bertanya ke antum itu belum nyampe setahunan... ana mulai aktif nanya ke antum setelah bertemu lagi dengan Bande Husein Kalisatti, makanya ana berterima kasih kepadanya, karena ana jadi belajar fikih lagi yang benar...awal-awal j...Lihat Selengkapnya

Sang Pencinta: Salam, aktif dalam menunggu imam Mahdi afs,

https://www.dropbox.com/s/pka9gb33lx3jbip/Imam%20Mahdi%20afs%20dalam%20Penantian. pdf?m Imam Mahdi afs dalam Penantian.pdf

www.dropbox.com

Sinar Agama: Andri: Iya, ana sendiri ragu, karena itu ana katakan “sepertinya”. Yang teringat di dalam benak, adalah di inbox dan gambarnya mirip dengan gambar akun antum. By the way, syukurlah kalau sudah jelas.

Andri Kusmayadi: Terima kasih atas linknya Sang Pencinta... Wassalam.



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar