Selasa, 09 Juni 2020

Yang dimaksud warruh dalam surat alqodr


Oleh Ustad Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/238487282862742/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 25 Agustus 2011 pukul 15:27


Aufa Opa: Salam ustad,, kami turut berduka,, mau tanya ustad. Siapa yang dimaksud warruh dalam surat alqodr, ? Terima kasih ustad.

Sinar Agama: Aufa: Ruh itu ada beberapa tafsiran. Yang paling kuat adalah tafisrannya ayatullah Thaba Thabi ra. Yaitu urusan Tuhan. Yaitu yangkalau menghendaki maka berkata “jadilah”, maka terjadilah.

Alasannya, karena ketika Nabi saww ditanya tentang ruh, Allah menjawabnya sebagai “urusan Tuhan”. Dan “urusan Tuhan” adalah IradahNya dalam penciptaan dan pengaturan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa Ruh itu adalah suatu tajalli Tuhan, katakanlah ilmu dan iradah Tuhan, yang di dalamnya itu terdapat semua hal secara menyeluruh. Sedang malaikat mengambil sesuai dengan tugasnya masing-masing (apakah pengatur rejeki, ajal, rejeki ikan atau nyamuk-nyamuk dan seterusnya) untuk ditunjukkan kepada khalifahNya dan meminta persetujuan sesuai dengan Ijin dan IradahNya yang diketahui oleh khalifaNya tersebut dimana sekarang adalah imam Mahdi as.

Jhon Hadi Mulyadi: Salam ustad, mohon bimbingannya untuk menghabiskan malam yang penuh berkah malam ini. Ana mau tanya ustad amalan-amalan apa saja yang baik dibaca untuk malam yang penuh berkah nanti,? Syukran.

Sinar Agama: Tetapi ingat, bahwa semua kejadian di atas itu, yaitu untuk pengaturan setahun itu, walaupun rinci banget, walaupun termasuk urusan-urusan manusia yang berhubungan dengan rejekinya, umurnya, pasangannya, ilmunya, sakitnya dan seterusnya semua dan semua itu, tidak ada sangkut pautnya dengan nasib manusia. Artinya bukanlah semua itu terjadi untuk mendekte dan menasibkan manusia terhadap ketentuan-ketentuan yang sudah disetujui atau tidaknya itu.

Karena semua yang dibahas oleh para malaikat dengan imam Mahdi as itu, yang berurusan dengan manusia, adalah sesuai dengan pilihan-pilihan dan ikhtiar-ikhtiar manusia itu sendiri di tahun depannya. Jadi, tidak ada deterministnya.

Misalnya, apakah usaha si Fulan dalam bisnisnya itu diketahui Tuhan dan imam Mahdi as, bahwa ia kurang baik dan kurang profesional dalam memilih teman/partner. Tetapi ia orang baik dan suka bersedekah serta taat dan sering berdoa meminta pertolongan Tuhan, atau juga sering bertawassul pada imam-imam maksum as. Nah, dalam malam Qadr itu ditentukan, apakah si Fulan itu akan diberhasilkan bisnisnya, atau tidak diberhasilkan supaya ia bisa terhindar dari kesombongannya orang kaya dan semacamnyadimana kalau tidak diberhasilkan berarti doa dan tawassulnya itu dialihkan ke peningkatan ilmu agamanya saja atau peningkatan derajat imannya saja atau dipanjangkan umurnya saja, atau diberikan istri yang shalihah saja, atau diberikan teman atau guru yang baik, atau banyak pilihan yang Tuhan tahu yang lebih baik untuknya.

Jadi, semua liku-liku manusia yang akan datang di tahun berikutnya itu ditetapkan di malam qadar ini. Akan tetapi, sekali lagi, tidak ada hubungannya dengan determinis atau jabariah atau panasiban atau pentakdiran dalam artian dikte.

Jadi, Ruh itu adalah yang meliputi semua urusan, baik yang untuk tahun depan atau ke setelahnya. Sedang yang dibawa masing-masing malaikat itu,adalah sesuai dengan tugasnya masing-masing (yang diambil dari semua urusan dan iradah itu) dan hanya untuk satu tahun ke depan.

Wassalam.


Chi Sakuradandelion, Muhammad Wahid, dan Arif Muhajir menyukai ini.



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar