Kamis, 28 November 2019

Para pemikir kedua kelompok ini harus mengubah energi gontok-gontokan menjadi energi saling mendukung

9. Para pemikir kedua kelompok ini harus mengubah energi gontok-gontokan menjadi energi saling mendukung


Anggelia Sulqani Zahra: Bagaimana bisa orang-mengatakan bahwa mengkritik buku SMS di fb ini tidak akhlaki, tidak ilmiah, penghinaan terhadap ustadz sebagai tim penulis, menfitnah lembaga ABI sementara buku itu berisi fitnahan dan pelecehan/penghinaan terhadap ulama-ulama Syi’ah maupun Sunni dengan mengatakan “ Para pemikir kedua kelompok ini harus mengubah energi gontok-gontokan menjadi energi saling mendukung dan membahu mencerdaskan akar rumput dan awamnya serta membuang isu elementer yang menjadi biang kebencian mutual. “ halaman 357— bersama Bande Husein Kalisatti, Firdaus Said, Hendy Laisa dan Sinar Agama.

Deddy Prihambudi: Itulah orang Syi’ah kota. Syi’ah Syi’ah “Jakarta”. Senangnya minta ampun untuk konflik dan polemik.

Mohammad Subhi Ibrahim: Salam. Sekedar usul: Akan lebih produktif bila: 1) bedah buku dengan mengundang tim penulis, pengkritik & akademisi yang concern persoalan ini. 2) bila tidak setuju dengan isi, tulis buku seperti dicontohkan Ibn Rusyd saat mengkritik tahafuth al-falasifah. Dengan begitu, publik tahu argumen utuh isi kritik.

Azmy Alatas: Ya fakta nya demikian kok... yang gontok-gontokan ya banyak, yang merintis kesepahaman ya banyak....

Sebagai orang yang berada di luar pertarungan Sunni-Syi’ah ya mau bilang apa lagi kalau bukan gontok-gontokan...

Hendy Laisa: Azmy Alatas, sebaiknya antum gak banyak cakap di lapak ini.. kalau mau komen silahkan komen yang argumen sesuai status!

Irsan Fadlullah Al Hajj: Ini bulan maulud yaaaa

Ki Fuat Damahcom: Lihat komentar selanjutnya seandainya orang awam diam, aman dunia.

Azmy Alatas: Status bicara soal gontok-gontokan..

Hal.357 konteks tafsir rekonsiliasi. Setelah pemaparan apa itu Syi’ah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya.

Penulis memposisikan di luar Sunni-Syi’ah, bagaimana kedua belah pihak merubah energi berbantah menjadi energi kesalingpahaman, dan kesaling mengalah. Hal ini dalam konteks Sunni-Syi’ah di lapangan dalam menjalankan aksi bersama dan memulai rekonsiliasi.

Yakni dengan meletakkan posisi masing-masing bahwa keduanya adalah islam, sedangkan keyakinan bahwa yang 1 lebih islam dari yang lain ditaruh dalam laci masing-masing. Hal ini dilakukan demi mencerdaskan kedewasaan akar rumput dan awam yang hari ini mudah terprovokasi dengan propaganda permusuhan. Yakni dengan cara: 1. Sunni: rela mengakui bahwa khalifah dan shahabat tidaklah sempurna dan yang tak mengakui kekhalifahan tidak menyebabkannya keluar dari islam.

Padahal dalam Sunni mengakui khulafaurrasyidin adalah pokok kemadzhaban mereka. 2.Syi’ah: bahwa kepatuhan dan kecintaan kepada imam yang sejatinya primer (ushuludin), harus diletakkan pada posisi tidak primer, karena kecintaan dan kepatuhan terhadap imam adalah konsekuensi dari kepatuhan dan kecintaan terhadap Nabi saaw, dan yang tidak memosisikan para imam yang tidak menjadikannya keluar dari islam.

Itu pun sekedar tafsir rekonsiliasi, bagaimana kedewasaan tersebut di akar rumput dan awamnya bisa melahirkan ruang-ruang dialogis..dan dalam ranah bermasyarakat dalam berbangsa,...

Rudi Suriyanto: Kalau ga mau di kritik, ga usah bikin buku.

Azmy Alatas: Hendy Laisa, orang ana di tag..

Fahmi Husein: Azmy Alatas, ana sarankan, agar unfriend aja yang taq-taq.. Nge-taq, tapi gak boleh cakap..

Azmy Alatas: Yang menganggap tafsir rekonsiliasi sebagai penghinaan atas kedua madzhab.. otaknya perlu di upgrade...

Rudi Suriyanto: Maksud rekosiliasi itu apakah Syi’ah menerima Abu Bakar sebagai khalifah pertama atau Sunni menerima imam Ali sebagai khalifah pertama? Atau siapakah khalifah hasil dari rekosiliasi tersebut?

Anggelia Sulqani Zahra: Mungkin maksud penulis bahwa Umar bin Khatab dan imam Ali as gontok-gontokan masalah pemimpin setelah Nabi Saw... karena kalimat itu ditulis setelah penulis menjelaskan bahwa khalifah menyangkut horizontal dan imamah menyangkut vertikal..

Anggelia Sulqani Zahra: Dan penulis dalam rangka rekonsiliasi kemudian mengatakan bahwa pemikir kedua golongan ini harus merubah energi gontok-gontokan menjadi saling mendukung.

Andik Fn: Anggelia Sulqani Zahra, kenapa anda masih saja membaca buku sms, bukankah buku itu sudah di haramkan oleh SA untuk dibaca.

Azmy Alatas: Rudi Suriyanto, makanya dibaca pake mata, dipikir pake otak jangan pake mulut...baca noh...


Azmy Alatas: Yang dibutuhkan adalah kerelaan, bukan kengototan. Itu namanya rekonsiliasi. Yang ribut pada akhirnya muqollidnya, awamnya yang ada di akar rumput.

Azmy Alatas: Gambar foto-foto ga penting....

Azmy Alatas: Rudi Suriyanto, antum geng nya BMT tukang laknat al londoni kan?
Ana ada sebuah catatan menarik buat ente...bagaimana kelakuan para pengikut yang awam lah yang ngerusak dan bikin pertumpahan darah...

Rudi Suriyanto: Duh maaf,, ana sangat anti dengan pertumpahan darah.

Anggelia Sulqani Zahra: Rudi.. Mohon maaf saya harus menghapus postingan gambar cover buku yang antum posting.. Maaf banget.

Azmy Alatas: Anggelia Sulqani Zahra, untuk apa dihapus. Biarkan saja publik tahu bahwa ada yang maenan di air keruh. Setali tiga uang dengan keluguan geng sinar jaya.

Rudi Suriyanto: Siiip

Azmy Alatas: Rudi Suriyanto, sama ga sama Rudi Suriyanto?
Agen pecah belah...
Mungkin Hendy Laisa tau...?



Azmy Alatas: Bukannya yang anti kritik itu si tukang blokir yang gemar nyungsep di awan...???Berpotensi salah lebih banyak dari benarnya? Relatif ya?

Emang kerelatifan bisa benar dan baik ya? Coba tanya sama ustadmu, kenapa kerelatifan yang tak suci itu mutlak TERCELA, padahal Anggelia Sulqani Zahra mengatakan bahwa dirinya punya kerelatifan benar-salah, baik-buruk, tercela-terpuji.

Azmy Alatas: Rudi Suriyanto, ya ente and the gank itu...

Ali Shofi: Mengkritiknya pake akun asli dong...supaya tahu siapa yang mengkritik...jangan berlindung dibalik akun palsu...

Azmy Alatas: Panggil dong manusia makshum yang sedang bersemayam di balik awan....supir bus sinar jaya?

Hendy Laisa: Azmy, komen pake adab sedikit bung!, di tag supaya antum ngomongnya gak kayak kemaren-kemaren!

Azmy Alatas: Ga usah ngomongin adab lah... Basi! Makan noh ADAB! Gambar di bawah ini ane dapat dari @Rudi Suriyanto yang dikirim di page ini..lalu dihapus oleh anggelia...


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203676240283652&set=p.10203676240283652&type=1

Rudi Suriyanto: Tuhan aja suka ganti-ganti akun ketika bikin 4 kitab.

Hendy Laisa: Azmy, kalau gak mo pake adab silahkan ke lapak ana..ana layani ente bib sampe mampus.

Hendy Laisa: Kalau ente komen disini makin kelihatan bahlol nt bib..kasian banget.

Azmy Alatas: Ketika ane bilang “supir sinar jaya”, kagak usah dikait-kaitkan dengan salah seorang atau pemilik akun apapun dong.... Ini fiktif kok...bahkan bus sinar jaya jauh lebih faktual dari berbagai akun fiktif di sini...

Sama seperti kalian haramkan kami mengaitkan Sinar Agama dengan ustadz Hasan Abu Amar.

Ali Shofi: Loh mengkritik itu harus dilihat siapa yang mengkritik.. supaya kita tahu.. ini orang kredible atau tidak.. jadi kita bisa menilai apakah kritikan itu pantas untuk ditanggapi atau tidak... hehehe

Hendy Laisa: Azmy Alatas, silahkan naik bus itu.. kami tetap akan naik bus yang ente bilang fiktif... yang jelas nyamanlah naik bus fiktif, yang goblok bisa jadi pinter, yang pinter makin tambah pinter gak seperti ente malah makin gak karuan ngomong, menghina bla bla bla.

Azmy Alatas: Hendy Laisa, jadi ga usah tersinggung soal adab lah...
Ane udah masukin pendapat ane, sampe ta foto-foto tu buku... masih dibilang ga pake adab...
Rombongan sinar jaya beli cermin gih buat supirnya...biar sedikit dipake adab nya...haha.

Rudi Suwandi: Penulis harus siap mental kalau bukunya dibedah. Yang membedah juga jangan kayak gaya wahabi dengan cap haramnya.

Ali Shofi: Mas Rudi... pastinya siap mental.. tapi yang ngebedah siapa? Menampakan diri dari persembunyiannya aja ga mau...sok yahannu mo kritik...

Rudi Suwandi: Yang dikritik tahu kok...

Azmy Alatas: Bukan soal yang dikritik tahu, publik tahu ga siapa yang mengkritik?!

Rudi Suwandi: Publik tahu kok... yang gak tahu keterlaluan...

Azmy Alatas: Mustahil tahu lah..
Antum tanya sama tetangga saya yang baca postingn ini, apakah dia tahu siapa pemilik akun bodong dibalik sinar jaya?

Rudi Suwandi: Ya cari tahu dong... masa baca tanpa tahu sumbernya..

Azmy Alatas: Pengkritik pake akun bodong namanya sinar agama... Penulis jelas pake nama tim ABI...

Cari kemana?! Kok harus cari...

Ali Shofi: Tongolin muka...kenape malu yeh...xixixixi...kelucuan amat sih...xkxiix

Ali Shofi: Jangan-jangan Sinar Agama adalah takfiri yang nyamar....xixixixixi

Hendy Laisa: Jangan-jangan Ali Shofi adalah takfiri yang nyamar....xixixixixi

Ali Shofi: Ali Shofi, jelas bos.....akun asli...bukan aspal...dijamin...xixixi...pake akun palsu aje pake yahannu sok mau tampil jadi penyelamat akidah Syi’ah dengan berfatwa sesat..xixixixi....ngakak abis...

Hendy Laisa: Asli kek, aspal kek, EGP.. yang penting apa yang disampaikan masuk akal ana bos.

Azmy Alatas: Hahahaha... katanya ilmiah? Kok ga ada pertanggunganjawab ilmiahnya...

Ali Shofi: Penyesatan masuk akal yah..? Xixixiixi...udeh suruh nongol dong....biar jadi pahlawan beneran....jangan cuma jadi maxan kertas...xixixixi...

Ngakak abis bro..ngejungkel......xixixixi

Hendy Laisa: Ali Shofi, itu kan menurut perasaan antum saja, ana fine-fine aja tuh.

Ali Shofi: Udeh jangan banyak komentar...suruh keluar aje tuh makhluk di balik akun Sinar Agama... mau jadi pahlawan jangan nanggung...xixixixi.. mumpung di medsos nih enak... bisa dilihat semua orang....xixixixi.

Sinar Agama: Salam dan terimakasih tag-annya: Dikala ulama dikata gontok-gontokan karena mengajarkan imamah meliputi vertikal dan horisontal, berarti maknanya seperti ini:
  • 1- Hai para ulama Syi’ah sepanjang sejarah yang selalu mengajarkan imamah meliputi vertikal dan horisontal, kalian ini tidak tahu masalah. Karena itu, tidak ada gunanya kalian menulis kitab dan menjaga agama ini dalam sepanjang sejarahnya sampai sekarang. Bakar semua kitab-kitab kalian itu dan gantilah dengan kitabku ini. Kalian bukan Syi’ah, tapi aku yang Syi’ah. Wong kalian semua mengajarkan imamah yang salah dan sepakat sepanjang sejarah kalian. Ulama-ulama apa, marja’- marja’ apa kalau begitu.
  • 2- Hai para makshum. Kalian juga buat apa ngotot dan gontok-gontokan mengajarkan imamah meliputi vertikal dan horisontal sampai harus mendekam di penjara terus sampai harus mati terus. Buat apa? Kalian salah. Yang benar bahwa kalian itu hanya vertikal. Kepemimpinan horisontal itu tidak perlu makshum sekalipun bisa oleh makshum. Karena itu, sebaiknya kamu menerima semua khilafah-khilafah itu, dengan senang hati dan tidak mengajarkan yang meliputi vertikal dan horisontal.
Saya tahu kalian tidak membuat pertentangan kekuatan dengan para khalifah dan saya tahu kalian tidak dipenjara karena hal yang tidak kalian lakukan itu, akan tetapi, kalian dipenjara dan diracun semuanya sampai ke imam ke 11, disebabkan pengajaran kalian yang sekalipun tidak memaksa itu. Mestinya, kalian ini terima saja secara lahir dan batin, tanpa harus mengajarkan imamah meliputi vertikal dan horisontal supaya kalian tidak dipenjara terus dan diracun.

Kalian ini tidak tahu situasi. Tidak mengerti keadaan. Wong sudah jelas umat seperti itu, kok masih saja mempertahankan kesalahan? Mending kalau kalian benar dengan mengajarkan keimamahan yang meliputi vertikal dan horisontal yang kalian ajarkan dalam ratusan atau ribuan hadits-hadits kalian itu. Sudah salah memahami imamah, masih ngotot dan gontok-gontokan lagi. Sungguh terlalu.....
  • 3- Hai Mahdi, antum lagi-lagi mau buat apa ghaib. Keluar saja dan jangan ajarkan imamah yang salah itu. Nanti kan kamu aman serta tidak perlu ghaib-ghaiban segala. Lapi pula buat apa keluar memaksakan kevertikalan dan kehorisantalanmu. Wong itu salah, wong itu bukan Syi’ah. Nih, Syi’ah menurut aku/kami adalah imamah itu hanya vertikal, tidak meliputi atau tidak mesti meliputi horisontal. Kamu pemimpin agama, bukan negara. Ngapain susah-susah zhuhur/zhahir dan berperang sampai mengorbankan ribuan nyawa. Buat apa???!!!
Ini kira-kira makna tersbut kalau dijabarkan. Setidaknya bisa dimaknai seperti itu dengan jelas, secara uruf pemahaman bahasa walau, mungkin penulisnya tidak mamaksudkannya. Tapi apa urusan kita. Maksud yang jauh dari lahiriahnya, adalah urusan mereka. Kita hanya bisa berhujjah dengan lahiriahnya.

Mana ada babi itu dikatakan haram dan tulisan yang mengatakan babi itu halal. Yakni penulis mengatakan maksud aku menulis babi itu halal, adalah babi itu haram.

Ali Shofi: Ahlan bapak sinar agama....pa kabar..?? Masih betah pake akun palsu dan menyesatkan orang...hehehehe.

Tambahan: Supaya teman-teman tidak mengira bahwa saya mengarang sendiri tentang pengajaran akidah Syi’ah tentang imamah itu, maka saya ambil dari satu kitab yang menjadi pelajaran dasar di hauzah, yaitu Baab Haadi ‘Asyr, karya ‘Allaamah Hillii. Perhatikan ketika menerangkan imamah

{{Definisi Imaamah:Pertama (definisinya) adalah KEPEMIMPINAN UMUM DALAM URUSAN-URUSAN AGAMA DAN DUNIA (politik dan semacamnya) DARI SESEORANG SEBAGAI WAKIL DARI NABI saww.

DAN IMAMAH INI ADALAH WAJIB SECARA AKAL, KARENA IMAMAH ADALAH LUTHFUN (merangsang kebaikan dan mempersulit keburukan) KARENA KITA TAHU BAHWA KALAU UMAT INI MEMILIKI PEMIMPIN YANG MEMBAWA KE JALAN LURUS DAN DITAATI, DIMANA MEMBELA YANG TERTINDAS DARI PENINDAS, DAN MENEKAN PENINDAS DARI PENINDASANNYA, MAKA HAL SEPERTI ITU JELAS LEBIH MENDEKATKAN KEPADA KEBAIKAN DAN MENJAUHKAN DARI KEBURUKAN. SEMENTARA LUTHFUN ITU ADALAH WAJIB DAN MESTI SEBAGAIMANA SUDAH DIBAHAS SEBELUMNYA. }}

Perhatikan definisi imamah dan salah satu dalil akalnya dari salah satu bab ushuuluddin yang bernama imamah ini. Ajaran segamblang ini bukan hanya tidak dipahami dengan benar, akan tetapi malah dikatakan sebagai penggontok-gontokan. Wallaahi tajarri.

Denny Priyanto: syukran Ustadz Sinar Agama..... siapapun anda... anda telah rela meleleh (bagaikan lilin) demi menyinari laron-laron kecil seperti saya ini...... syukran katsiran....

Ali Shofi: xixixixi.... kalau jadi khatib mimbar bagus nih...sayang fiktif...dan fiktif itu sesat...xixxi

Hendy Laisa: Ali Shofi, ku tengok cakap kau makin tak bermutu, banyak ketawa pula seperti orang mabuk.

Ali Shofi: Loh emang ngeladenin akun fiktif harus bermutu yah....??? xxixixixi

Akuy Junior: Enak di bacanya kalau membaca komentar dari orang yang berpendidikan mah,,, lanjutkan terus ustadz.

Ali Shofi: Syi’ah takfiri....xixixixxiii...pahlawan kesiangan pemilik akun fiktif....aneh juga yah dengan gagahhnya dia menyesatkan buku SMS namun diminta menampakan jati dirinya ternyata ciut dan bernyali hello kitty...xixixixi. Pahlawan kesiangan...

Hendy Laisa: Ali Shofi, bener-bener ente yang jahil...ada hubungan apa kritik buku sama akun??wkwkwkwk

Ali Shofi: Bukan mengkritik tapi menyesatkan...catat itu dengan benar...

Ali Shofi: Ada hubungannya lah...karena dalam Syi’ah tidak ada Syi’ah menyesatkan Syi’ah..kecuali bapak Sinar Agama aja yang jumawa menyesatkan...sama kaya yasir habib...xixixi

Mohmmed Fajar: Emang orang Syi’ah suci apa, yang suci cuma 14 kagak lebih. Akui aja ada Syi’ah yang simpati ama auu demi ketenaran kekuasaan. Banyak kok sejarah begitu semua berhianat kepada Ali as karena kekuasaan.

Basu Dewa: Judul bukunya Syi’ah Menurut Syi’ah, diperkuat dipengantar point 5 buku SMS ini menjadi rujukan bagi Muslim Syi’ah dan siapa saja yang ingin memahami Syi’ah. (yang saya pahami dari judul dan kata pengantarnya (hal xi), buku ini adalah representasi Madzhab Syi’ah). Dihalaman 315 Tim penulis menulis .PERLU DIINGAT BAHWA PENDAPAT ULAMA DI DALAM MADZHAB AHLUL BAIT TIDAK SERTA MERTA MEWAKILI MADZHAB INI. OLEH SEBAB ITU DI DALAM MADZHAB AHLULBAIT TIDAK AKAN DITEMUKAN SEBUAH KITAB YANG DIGADANG GADANG DAN DITETAPKAN SEBAGAI KITAB “SAHIH” YANG SEMUA RIWAYAT DISETIAP LEMBARNYA ADALAH MUTLAK BENAR. Ini sekaligus memberikan pesan kepada kita bahwa semua riwayat yang dibawakannya terbuka untuk dinilai, ditimbang dan dipahami penuh tanggung jawab....(walaupun kalimat itu konteksnya dalam menanggapi buku manipulatif MUI, namun bagi saya itu juga berlaku umum).

Basu Dewa: Jadi Kalau buku SMS ini ada yang menilai, menimbang..bahkan dianggap “sesat” kalau sudah dianggap keluar dari ajaran Syi’ah yang benar, tentunya dengan dalil dalil .....ya..sah sah saja. Karena penerbit buku ini menulis, menjadi rujukan bagi muslim Syi’ah, yang tertera pada kata pengantarnya. Kecuali judul nya dibuat memang dibuat untuk kepentingan pasar.

Basu Dewa: Kalau buku SMS ini ada yang mengatakan ‘sesat” karena sudah keluar dari ajaran Syi’ah, ya. Jawab saja oleh ustad siapa saja, yang tentunya dengan argumentasi yang terang benderang, dengan dalil-dalil yang kuat point per point apa yang dianggap “sesat” itu , bahwa buku SMS ini sudah sesuai dengan ajaran Ahlul bait dan bisa dipertanggung jawabkan di hari akhir kelak. “SAYA YAKIN KALAU INI DILAKUKAN PASTI LAPAK LAPAK FB YANG “:MENYESATKAN “ BUKU INI DITINGGALAKAN..

Ali Shofi: Yang menghukumi sesat itu siapa? Tuyul, gondoruwo,sundel bolong, wahabi, syi’i..? Siapa dong yang jelas... jangan-jangan manusia jadi-jadian...? Xixixixixi...

Khommar Rudin:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Khommar Rudin: Ali Shofi: “Tidak ada yang instant di dunia, menara yang tinggi dibangun dari sebuah bata. Perjalanan seribu kilometer dimulai dari langkah pertama. .”APAPUN AGAMA YANG ANDA IMPIKAN, silahkan anda pergi ke tempat-tempat yang anda ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan terserah ..Anda , tapi ingat “”anda hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal tersebut. “Setiap orang seharusnya menghargai apa yang ada ditangan, walau dengan milik orang lain, mendambakan apa apa kita miliki dengan cara berlebihan. Bagaimana dapat dikatakan anda mensyukuri berkah hidup ini. Bukankah “Orang baik menganggap hidup ini terdiri dari rangkaian kesempatan baik. Pepatah kuno: Seperti melempar telur terhadap batu besar, telur di dunia akan .. habis tanpa ada kerusakan pada batu...artinya Nilai kebenaran tak kan Sirna dan Kebenaran akan tetap terjaga..Salam Ukhuwah...

Sinar Agama: @Basu, sebenarnya masih ada rahasia-rahasia yang belum waktunya kami keluarkan karena memang perlu penggodokan lagi dari sisi sejarah dan semacamnya perihal sms itu. Karena itu, harapan untuk majunya mereka-mereka itu, kalaulah tidak bisa dikatakan mustahil, akan tetapi sangat sulit diharapkan. Karena itu, sepertinya hanya tersisa dua jalan saja, terus menerbitkannya dan kami terus memprotesnya, atau menariknya dan kamipun menghentikan protes.

Kalau sejarah itu benar dan nyata, maka orang yang minta kepada kita-kita untuk mendatangi penulis-penulisnya, maka sungguh akan pingsan karena malu. Para penyokong itu kan mengira bahwa belum ada yang mengingati mereka secara langsung toh? Padahal, ...., kita tunggu saja ijin Allahnya walau secara lahiriahnya.

Ali Shofi: Wah cocoknya dikasih mimbar, terus kita suruh khotbah jumat deh ahsan...hahahaha....

Azmy Alatas: Wes mandek po? Segini tok komennya...

Azmy Alatas: Ga kebaca komen dari Sinar Agama nya...maklum diblokir...

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=864521530265484&set=a.427089434008698.120077.100001229357851&type=1&comment_id=867817996602504&offset=0&total_comments=87



Bahasan Artikel lainnya:
====================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar