Minggu, 23 Desember 2018

Menghadiahi Orang Tua dan Orang Yang Berjasa



Seri tanya jawab Sang Pencinta dengan Sinar Agama
by Sinar Agama (Notes) on Sunday, March 31, 2013 at 1:21 pm

Sang Pencinta mengirim ke Sinar Agama: (10-2-2013) 

Salam, meniatkan belajar dan apa pun yang kita lakukan sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua, para guru dan ulama terkhusus maraji’ dan orang-orang yang berjasa dalam hidup, gimana niat-nya? Terima kasih ustadz. 

Sinar Agama: Salam dan terima kasih pertanyaannya: Niatnya tetap karena Allah, lalu meniatkan pahalanya untuk diliputkan juga kepada yang antum maksudkan itu. 

Dulu pernah orang bertanya kepada ayatullah Jawodi Omuli hf: 

“Saya ini seorang pendosa yang masih banyak cela yang harus ditutupi. Tapi saya ingin menyertakan pahala belajar dan perbuatan baik lainnya kepada kedua orang tua. Apakah hal ini tidak membuat hamba ini semakin lama untuk menutupi dosa-dosa itu?” 


Beliau hf menjawab: “Sama sekali tidak. Karena pahala amalmu itu justru akan kembali kepadamu dengan berlipat ganda.” 

Saya melihat antum yang bertanya ini, seperti orang itu. Semoga memang sudah saling terikat di alam makna dan semoga antum semakin maju terus dengan ilham-ilham yang diberikanNya yang dengan hati-hati antum cek dulu dengan agama akan kebenarannya, amin. 

Semoga teman-teman lain, juga tidak pernah berhenti untuk menyiapkan diri masuk ke kuburan dan akhirat, hingga tidak henti-hentinya memperhatikan dan memperdulikan akhiratnya dan tidak terlena dengan permainan dunia yang begitu menggiurkan dan bahkan mencekamkan ini hingga membuat manusia seperti tidak ada jalan keluarnya lagi hingga seakan tidak ada jalan lain kecuali bertekuk lutut kepadanya dan, akhirnya mengabaikanNya dan membiarkanNya hanya dalam ide dan khayalan bak fatamorgana, atau mungkin dalam training-training dan syair-syair- gombal tentangNya, sementara dalam kehidupan ini hanya dunia, majlis, facebook, kegiatan, kerja, aktifitas, organisasi, partai, uang, posisi, kekasih, ....dan seterusnya..yang begitu nampak jelas dan terasa manis-pahitnya (na’udzubillah), amin. 

Wassalam.


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar