Rabu, 24 April 2019

Batalnya Wudhu Sebelum Masuk Waktu Shalat


Seri tanya jawab Daris Asgar dengan Sinar Agama
by Sinar Agama (Notes) on Tuesday, April 2, 2013 at 9:28 am

Daris Asgar mengirim ke Sinar Agama: 4 Maret 2013, Salam Ustadz, dari AI-I Rahbar, saya memahami bahwa, Wudhu yang berdekatan (sesuai pandangan Urf) dengan Sholat fardhu, boleh melakukan Sholat Fardhu tersebut, 

Kemudian Wudhu mustahab (menjaga diri dalam keadaan wudhu) bila sampai waktu sholat fardhu, bisa melakukan sholat fardhu tersebut. 

Wudhu dari satu Sholat fardhu ke sholat fardhu lainnya masih bisa digunakan, misal wudhu maghrib untuk Isya... Yang ingin saya tanyakan: 

  1. Apakah masih boleh wudhu Maghrib untuk Sholat Isya/ Dzuhur untuk Ashar ,,,kalau pelaksanaan Sholatnya ada selang waktu yang cukup panjang baik karena dzikir/ pekerjaan lain? 
  2. Apakah boleh wudhu dari Sholat sunat lail digunakan untuk Sholat Shubuh baik berselang waktu cukup lama ataupun tidak?
  3. Saya memiliki kasus bahwa, saya harus bertakiah untuk Sholat Shubuh karena harus berjama’ah, namun saya biasa mengulangnya kembali di kamar. Apakah saya harus mengulang wudhu untuk mengulang sholat saya? 
Saya berpendapat bahwa untuk pertanyaan saya di atas, semua jawabannya iya (wudhunya bisa digunakan), tapi saya ingin memastikan Ustadz, terimakasih... 

Sinar Agama: Salam dan terima kasih pertanyaannya: 

Mukaddimah: 

Harus diketahui bahwa wudhu itu sunnah dan wajib. Kalau wudhu wajib, adalah yang harus dilakukan manakala sudah wajib, seperti sudah masuknya waktu shalat. Karena itu, kalau berwudhu sebelum waktu shalat masuk, maka wudhunya itu tidak syah kalau diniatkan sebagai wudhu-shalat dimana ia wajib. Karena sebelum masuk waktu shalat, shalatnya belum wajib hingga wudhu’nya juga dibilang wajib. Jadi, sebelum waktu shalat masuk, maka sebagaimana shalatnya tidak wajib, maka wudhu’nya juga tidak wajib. Nah, ketika wudhu yang tidak wajib ini diambil dengan niat wajib (karena diniatkan untuk shalat yang akan datang itu), maka jelas akan menjadi batal. 

Sedang wudhu sunnah, adalah wudhu yang diambil bukan untuk kewajiban-kewajiban, seperti hanya supaya selalu bersih dan dalam keadaan suci, atau untuk mengaji Qur'an, atau untuk shalat sunnah, atau untuk doa....dan seterusnya. 

Wudhu sunnah ini, bisa dipakai untuk kewajiban-kewajiban yang perlu kepada wudhu, seperti menyentuh Qur'an dan bahkan seperti shalat wajib yang akan datang itu. Akan tetapi, wudhu wajib yang belum wajib itu, dari awal sudah batal. 

Sudah tentu, kalau sebelum masuknya itu tidak jauh, tapi berdekatan, seperti ketika mendengar tarhim (yang umum di Sunni) seseorang mengambil wudhu untuk shalat yang akan segera dikumandangkan dengan adzan setelah tarhim itu, maka wudhu ini di fatwa Rahbar hf di atas itu, adalah syah untuk shalat wajib itu. 

Sekarang jawaban soalan antum: 

1- Wudhu wajib yang diambil untuk kewajiban-kewajiban seperti shalat wajib itu, yakni kalau untuk shalat wajib berarti wudhu-nya diambil di waktu sudah masuk waktu shalat wajib tersebut, bisa dipakai untuk apapun, baik hal-hal sunnah seperti shalat sunnah atau kewajibankewajiban lain seperti menyentuh Qur'an dan/atau shalat wajib berikutnya. Tentu saja selama tidak batal. Jadi, kalau wudhu itu tidak batal sampai seminggu sekalipun, maka bisa dibuat shalat wajib selama seminggu itu. Jadi, kalau mengambil wudhu-wajib yang diambil diwaktu shalat zhuhur sudah masuk, misalnya, maka selama belum batal, yakni tidak keluar angin, tidak kencing, tidak tidur, tidak buang air besar, ...dan seterusnya... dari hal-hal yang membatalkan wudhu, maka wudhu itu tetap bisa dipakai untuk apapun kewajiban yang seminggu ke depan itu. 

2- Sudah di jawab di atas. 

3- Kalau wudhu antum yang untuk shalat shubuh menutup diri itu (bukan takiah yang umum), diambil setelah masuknya shubuh, maka jelas tidak perlu lagi untuk mengulangnya. 

Pelengkap: 

Kalau seseorang berwudhu kapan saja, tanpa berniat sunnah atau wajib dalam hatinya, dan hanya meniatkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka wudhu ini bisa dipakai untuk apapun, baik masa sekarang atau masa yang akan datang selama belum batal. 

Daris Asgar: Salam Ustadz,,,terimakasih Ustadz... 

Wassalam.



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar