Selasa, 04 Mei 2021

Takdir Baik dan Buruk


Oleh Ustadz Sinar Agama http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/326166554094814/ Oleh Anggelia Sulqani Zahra pada 4 Februari 2012 pukul 23:11


Jack Marshal: Ustadz mau nanya tentang takdir, orang-orang sering menyebut ‘..udah takdir Tuhan.’. Kalau kejadian baik betapa baiknya Tuhan. Tapi kalau kejadian buruk apa Tuhan sejahat itu, tolong jelasin Ustad.


Sinar Agama: Salam dan terimakasih pertanyaannya:

(1). Sudah tentu takdir/nasib seperti itu tidak ada dalam Islam.

(2). Takdir yang ada adalah berisi ketentuan-ketentuan alami, seperti api panas, air cair ...dan seterusnya.

(3). Tentang nasib manusia itu ketentuan dan takdirnya adalah “Semua yang menyangkut pikiran dan perbuatan manusia itu, maka tergantung pada pilihannya sendiri.”

(4). Karena itu, apapun yang menyangkut manusia, seperti imannya, taqwanya, rejekinya, umurnya, pasangan hidupnya dan seterusnya ditentukan oleh pilihannya sendiri.

(5). Akan tetapi, karena apa saja yang ada di dunia ini adalah makhluk Tuhan, dan perbuatan manusia itu juga keberadaan di alam ini, maka ia juga merupakan makhluk Tuhan.

(6). Akan tetapi, karena sebelum munculnya keimanan dan perbuatan manusia itu, terlebih dahulu melalui akal dan ikhtiar manusia, maka sudah jelas bahwa yang akan bertanggung jawab adalah manusia itu sendiri.

Inilah yang sangat dikenal dalam Syi’ah, sebagai ajaran diantara keduanya. Yakni diantara keyakinan Sunni, baik Jabariahnya Asy’ari (determinisme) atau Ikhtiariah Mu’tazilah (freewill). Selengkapanya lihat di catatan-catatan lainnya, terutama “Pokok-pokok dan Ringkasan Ajaran Syi’ah”

Anjuran, tengok-tengoklah catatan yang ada (kalau ada waktu) di catatan akun ini atau di Mekar Sari Dua Belas, atau yang ada di Group Berlangganan Catatan-catatan Sinar Agama, atau yang ada di blog yang dibuat oleh Arsip Sinar Agama atau Anggelia.


Jack Marshal: Bagaimana dengan Tindakan nabi kan tidak berasal dari kehendaknya sendiri. Nabi itu memilih atau dijadikan Nabi oleh Tuhan..


Sinar Agama: Jack: Nabi saww itu menjadi nabi karena pilihan Allah. Tapi pilihan itu bukan diundi, tetapi dilihat siapa yang layak. Nah, kelayakan Nabi saww itulah yang merupakan ikhtiar beliau saww. Artinya, kemakshuman sampai digelari al-amin oleh orang-orang arab pada waktu sebelum menjadi nabi, merupakan ikhtiar mulia nabi hingga layak dipilih Allah untuk menjadi nabi dan rasulNya.

Wassalam.


Anda, Nazriel Adam Ygselalucyangkkakninna, Arif Fhadilah, Wahyu Wahyu, dan 9 orang lainnya menyukai ini.


Daris Asgar: Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad Wa Aali Muhammad Wa ‘Ajjil Farojahum 


23 Maret 2014 pukul 16:24


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar